SELAMAT DATANG DI KEDAI ILMU CHOIRIMA MARI SALING BERBAGI Oleh: Choirima Siti Chotijah


Selasa, 29 November 2011

Tugas Manajemen Keuangan Pertemuan 1


NAMA                                   : CHOIRIMA SITI CHOTIJAH
NIM                                        : BBA 110 004
JURUSAN                             : MANAJEMEN
MATA KULIAH                  : MANAJEMEN KEUANGAN
_______________________________________________________
PERTANYAAN
1.      Ada dua pendapat tentang tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan laba dan memaksimalkan kekayaan pemegang saham/nilai perusahaan. Apa perbedaan yang bersifat prinsip diantara kedua tujuan tersebut dan mana yang merupakan tujuan normatif perusahaan?
2.      Dalam manajemen keuangan dijelaskan tentang fungsi keuangan yang menjadi tugas pokok seorang manajer keuangan suatu perusahaan. Sebut dan jelaskan secara singkat fungsi keuangan tersebut dan gambarkan hubungan antara fungsi keuangan dan tujuan perusahaaan serta berikan penjelasannya!
3.      Pengetahuan tentang manajemen keuangan tidak hanya penting bagi manajer keuangan tetapi penting juga bagi manajer  bukan keuangan. Mengapa demikian? Jelaskan!
4.      Jelaskan pengertian dan berikan contohnya!
a.      Incremental Benefit
b.      Capital Market Efficiency
c.       Risk return trade off
d.      Time value of money
e.       Diversification
f.        Risk aversion


JAWABAN
1.      Meskipun upaya memaksimalkan laba merupakan tujuan yang logis bagi setiap perusahaan, semua pakar keuangan korporasi sepakat bahwa tujuan perusahaan dalam perspektif manajemen keuangan bukan memaksimalkan laba, melainkan memaksimalkan kekayaan pemegang saham (stock holder’s wealth) atau memaksimalkan nilai perusahaan (value of the firm). Kekayaan pemegang saham adalah perkalian antara harga saham per lembar dan jumlah saham yang beredar. Ini berarti bahwa kekayaan pemegang saham akan tercermin dari nilai perusahaan, yang ditunjukkan oleh harga saham perusahaan bersangkutan di bursa saham. Dengan demikian, maksimisasi kekayaaan pemegang saham atau nilai perusahaan (harga saham) memiliki arti yang benar-benar sama.
Perumusan maksimisasi kekayaaan pemegang saham atau nilai perusahaan sebagai tujuan pada akhirnya akan memudahkan pengukuran kinerja suatu perusahaan. Bila mana harga saham suatu perusahaan memiliki trend yang meningkat dalam jangka panjang, hal itu suatu indikator bahwa kinerja perusahaan dalam keadaan baik. Meningkatnya harga saham mencerminkan kepercayaan pasar akan baiknya prospek perusahaan bersangkutan pada masa mendatang.
Maksimisasi Laba Bukan Tujuan yang Tepat. Ada dua alasan yang mudah dipahami mengapa tujuan perusahaan dalam perspektif manajemen keuangan adalah maksimisasi kekayaan pemegang saham atau nilai perusahaan, bukan maksimisasi laba: 
 Laba tidak menunjukkan arus kas. Laba yang disajikan pada laporan laba-rugi bukanlah besaran yang menunjukkan arus kas, sehingga jika laba suatu perusahaan Rp 10 miliar, hal itu sama sekali tidak menyatakan bahwa terdapat arus kas sebesar jumlah yang sama. Dalam manajemen keuangan, pengambilan keputusannya justru didasarkan atas arus kas (cashflow). Artinya, keputusan keuangan dinilai benar manakala keputusan itu meningkatkan arus kas bersih yang diterima perusahaan pada masa mendatang.
Laba tidak mempertimbangkan waktu dan risiko. Andaikata proyek A dan B akan menghasilkan laba pada dua tahun mendatang: Laba A Rp5 miliar pada tahun pertama dan Rp5 miliar pada tahun kedua, sedangkan laba B Rp 0 pada tahun pertama dan Rp 10 miliar pada tahun kedua, rata-rata laba per tahun kedua proyek jelas sama, yakni Rp 5 miliar. Proyek mana yang layak dipilih? Berdasarkan pendekatan maksimisasi laba, kita akan bersikap indeferen terhadap kedua proyek. Akan tetapi, apabila kita menggunakan pendekatan maksimisasi nilai perusahaan, kita akan memilih proyek A daripada proyek B karena pendekatan nilai perusahaan mempertimbangkan faktor waktu dan risiko; bukan besaran semata. Waktu penerimaan Rp 10 miliar pada proyek B terjadi pada tahun kedua (padahal, kita lebih menyukai menerimanya pada tahun pertama daripada tahun kedua). Selain itu, proyek B mempunyai laba yang berlainan pada setiap tahunnya, yang menunjukkan bahwa proyek B mengandung ketidakpastian atau risiko yang lebih tinggi daripada proyek A.
Yang merupakan tujuan normatif perusahaan adalah untuk memaksimumkan nilai perusahaan. Yang dimaksud dengan nilai perusahaan adalah harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan trersebut dijual.
Semakin tinggi nilai perusahaan, semakin besar kemakmuran yang akan diterima oleh pemilik perusahaan

2.     2.  Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan:
a)      Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
b)      Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
c)      Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
d)     Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
e)      Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
f)       Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
g)      Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :
a.       Melakukan pengawasan atas biaya
  1. Menetapkan kebijaksanaan harga
  2. Meramalkan laba yang akan datang
  3. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja
3.      Pengetahuan tentang manajemen keuangan tidak hanya penting bagi manajer keuangan tetapi penting juga bagi manajer bukan keuangan hal ini karena:
a.       Manajemen keuangan adalah mengelola terhadap fungsi-fungsi keuangan.
b.      Kemudian ditinjau dari manfaat manajemen keuangan adalah untuk memahami tentang apa yang terjadi disekeliling kita untuk menyelesaikan masalah-masalah praktis dan juga menjelaskan berbagai fakta dan informasi. Masalah ini tidak hanya dikuasai oleh manajer keuangan saja, tetapi semua manajer juga penting.
c.       Hal ini juga karena Manajemen keuangan digunakan hampir di semua bidang kehidupan, baik itu bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial maupun budaya. memang dalam skala priroritas ini menjadi tugas pokok manajer keuangan

4.      4. Berikut Penjelasannya secara rinci.
d.      ‘Incremental Benefit’ . Prinsip ini mengatakan ‘Financial decisions are based on incremental benefit’. Prinsip ini mengajarkan bahwa keputusan keuangan harus didasarkan pada selisih antara nilai dengan suatu alternatif Dan nilai tanpa alternatif tersebut.
e.       ‘Capital Market Efficiency’. Prinsip ini mengatakan ‘Capital market are efficient’ Capital market atau pasar modal yang efisien adalah pasar modal dimana harga aktiva finansial yg diperjual belikan mencerminkan seluruh informasi yg ada Dan dapat menyesuaikan diri secara cepat thdp informasi baru.Agar pasar modal dpt efisien secara informasi, pasar modal tsb harus efisien secara operasi (operational efficiency),misal kemudahan dalam berjual-beli sekuritas.
f.       ‘Risk-Return Trade-off’. Prinsip ini mengatakan ‘There is a trade-off between risk and return’. Orang menyukai keuntungan tinggi dengan resiko rendah (prinsip risk aversion). Kondisi ‘hig return, low risk’ ini tdk akan tercapai karena semua orang menginginkannya (prinsip self-interest behavior). Prinsip ini mengatakan ‘jika anda menginginkan keuntungan besar, bersiaplah untuk menanggung risiko yg besar pula atau ‘high risk, high return’
g.      ‘Time Value of Money’. Prinsip ini mengatakan ‘Time has a time value’. Prinsip ini mengajarkan bahwa uang Rp. 1000 yg kita terima hari ini tidak sama nilainya dengan uang Rp 1000 yg kita terima bulan depan. Banyak orang tidak menyadari implikasi dari pertumbuhan majemuk (compound growth) atau bunga berbunga pada keputusan keuangan.
h.      ‘Diversification’. Prinsip ini mengatakan ‘Diversification is beneficial’. Prinsip ini mengajarkan bahwa tindakan diversifikasi adalah menguntungkan karena dapat meningkatkan rasio antara keuntungan dan risiko
i.        ‘Risk aversion’. Prinsip ini mengatakan  ‘When all else is equal, people prefer higher return and lower risk’. Inti prinsip ini adalah orang akan memilih alternatif dg rasio keuntungan (return) Dan risiko (risk) terbesar.

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus